Beranda » Materi » BIOLOGI

KEANEKARAGAMAN HAYATI

SMA - Kelas 10 26 Oct 2026 1,511 Pembaca

Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan konsep dasar keanekaragaman hayati dengan benar.
  2. Menganalisis perbedaan keanekaragaman hayati tingkat gen, jenis (spesies), dan ekosistem beserta contohnya.
  3. Memahami pola persebaran flora dan fauna di Indonesia berdasarkan Garis Wallace dan Garis Weber.
  4. Mengidentifikasi berbagai manfaat keanekaragaman hayati bagi kehidupan manusia dan lingkungan.
  5. Menjelaskan ancaman terhadap keanekaragaman hayati serta upaya pelestarian yang dapat dilakukan secara in situ maupun ex situ.


Isi Materi

  1. Pengertian Keanekaragaman Hayati: Konsep dasar tentang variasi makhluk hidup.
  2. Tingkat Keanekaragaman Hayati: Pembagian tingkatan mulai dari gen, spesies, hingga ekosistem.
  3. Keanekaragaman Hayati di Indonesia: Persebaran wilayah (Asiatis, Peralihan, Australis).
  4. Manfaat Keanekaragaman Hayati: Nilai ekologis, ekonomis, biologis, dan kultural.
  5. Ancaman dan Upaya Pelestarian: Faktor penyebab kepunahan dan cara melestarikannya.


Materi

1. Pengertian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keseluruhan variasi makhluk hidup yang terjadi karena adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan, dan sifat-sifat lainnya. Variasi ini terjadi akibat pengaruh faktor genetik (bawaan) dan faktor lingkungan.


2. Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati dibagi menjadi tiga tingkatan. Berikut adalah perbandingan ketiganya:

TingkatPenjelasanContoh
GenVariasi genetik di dalam satu spesies yang sama. Terjadi karena perkawinan atau mutasi, yang menghasilkan varietas baru.Variasi pada buah mangga (mangga golek, mangga manalagi, mangga arumanis); warna bulu pada kucing kampung.
Spesies (Jenis)Perbedaan atau variasi yang ditemukan pada makhluk hidup antar spesies yang berbeda, namun masih dalam satu famili/keluarga.Keluarga kucing (kucing, harimau, singa, macan tutul); Keluarga kacang (kacang tanah, kacang hijau, kacang panjang).
EkosistemVariasi bentang alam dan interaksi antara makhluk hidup (biotik) dengan lingkungannya (abiotik) yang menciptakan habitat berbeda.Ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem gurun pasir, ekosistem terumbu karang, ekosistem padang rumput.


3. Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Indonesia dikenal sebagai negara Megabiodiversity (memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi). Persebaran fauna di Indonesia dibagi oleh dua garis khayal, yaitu Garis Wallace (memisahkan wilayah barat dan tengah) dan Garis Weber (memisahkan wilayah tengah dan timur).

WilayahKarakteristik FaunaContoh Fauna Endemik
Oriental / Asiatis (Barat)Mamalia berukuran besar, banyak jenis kera, burung bersuara merdu (warna kurang mencolok).Badak bercula satu, Harimau Sumatera, Gajah, Orangutan.
Peralihan (Tengah)Merupakan wilayah endemik yang hewannya tidak ditemukan di wilayah lain (khas Indonesia).Komodo, Anoa, Babi Rusa, Burung Maleo.
Australis (Timur)Mamalia berukuran kecil, terdapat hewan berkantung, burung memiliki warna bulu yang sangat indah.Kanguru pohon, Burung Cenderawasih, Kasuari, Kuskus.


4. Manfaat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati bukan hanya sekadar pajangan alam, melainkan memiliki fungsi vital bagi kelangsungan hidup manusia:

  1. Nilai Ekologis: Menjaga keseimbangan ekosistem, seperti hutan sebagai paru-paru dunia dan akar pohon yang mencegah longsor.
  2. Nilai Ekonomi: Sumber bahan pangan (padi, jagung, ikan), bahan pakaian (kapas, ulat sutera), dan bahan bangunan (kayu jati, rotan).
  3. Nilai Biologis/Medis: Menjadi sumber obat-obatan herbal dan penelitian medis (misalnya kina untuk obat malaria).
  4. Nilai Kultural/Estetika: Menjadi bagian dari upacara adat, sumber inspirasi seni, dan tempat pariwisata.


5. Ancaman dan Upaya Pelestarian

Aktivitas manusia seringkali menjadi ancaman terbesar bagi keanekaragaman hayati. Penebangan liar, perburuan liar, pencemaran lingkungan, dan masuknya spesies asing invasif dapat memicu kepunahan.

Untuk mencegah hal tersebut, pelestarian dilakukan dengan dua cara utama:

Metode PelestarianPenjelasanContoh Lokasi
In-SituPelestarian makhluk hidup langsung di dalam habitat aslinya. Membiarkan hewan/tumbuhan hidup alami tanpa dipindahkan.Taman Nasional Komodo, Suaka Margasatwa Ujung Kulon, Cagar Alam.
Ex-SituPelestarian makhluk hidup di luar habitat aslinya. Dilakukan jika habitat aslinya sudah sangat rusak atau hewannya butuh perawatan medis khusus.Kebun Binatang Ragunan, Taman Safari, Kebun Raya Bogor, Bank Sperma/Biji.


Ruang Diskusi

1 Komentar
U
M
Mafa najma aginda
31 Aug 2026, 13:36
buatkan soal latihan untuk osn